Jawaban Anies Rasyid Baswedan

Apakah Anies mengkhianati Prabowo dengan menjadi calon presiden di Pemilihan Presiden 2024?

Pada tahun 2018, Anies Baswedan pernah menyatakan bahwa ia tidak akan mengkhianati Prabowo Subianto jika Prabowo maju sebagai calon presiden di Pilpres 2019.

Adapun penyebab Anies Baswedan menolak tawaran untuk ikut Pilpres 2019 dengan alasan sebagai berikut:

  • Ingin menyelesaikan masa jabatan sebagai Gubernur DKI Jakarta selama 5 tahun. Anies terpilih sebagai Gubernur DKI Jakarta pada Pilkada 2017 dan masa jabatannya berakhir pada 2022. Anies ingin menyelesaikan masa jabatannya tersebut dengan baik dan meninggalkan warisan yang bermanfaat bagi masyarakat Jakarta.
  • Merasa belum siap untuk menjadi presiden. Anies merasa bahwa dirinya masih perlu belajar dan berpengalaman lebih banyak sebelum menjadi presiden. Anies ingin memastikan bahwa dirinya memiliki kapasitas dan kapabilitas yang memadai untuk memimpin Indonesia.
  • Ingin fokus pada pembangunan Jakarta. Anies merasa bahwa dirinya masih memiliki banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan di Jakarta. Anies ingin fokus pada pembangunan Jakarta agar menjadi kota yang lebih baik bagi masyarakatnya.

Anies menyampaikan penolakan tersebut kepada berbagai pihak, termasuk kepada Presiden Joko Widodo, Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, dan para pendukungnya. Anies juga menyampaikan penolakan tersebut melalui berbagai media massa.

Penolakan Anies untuk ikut Pilpres 2019 menjadi salah satu kejutan dalam dunia politik Indonesia. Anies merupakan salah satu tokoh yang potensial untuk menjadi presiden, tetapi ia memilih untuk tidak mengikuti kontestasi tersebut.

Dengan demikin maka perkataan Anies Baswedan yang menyatakan berkhianat sangatlah tidak tepat karena pernyataannya memang beda waktu dan konteks. 


Apa yang menyebabkan rumah DP 0 persen tidak selesai?

Anies Baswedan mengatakan bahwa pihaknya telah berupaya untuk menyelesaikan pembangunan rumah DP 0 tersebut. Namun, upaya tersebut tidak membuahkan hasil, karena ada beberapa faktor yang menghambat, seperti perubahan kebijakan pemerintah pusat dan pandemi COVID-19.

Faktor Perubahan Kebijakan Pemerintah Pusat

Ada beberapa perubahan kebijakan pemerintah pusat yang menghambat pembangunan rumah DP 0 persen, antara lain:

  • Perubahan kebijakan pembiayaan perumahan. Pemerintah pusat mengubah kebijakan pembiayaan perumahan, dari subsidi bunga menjadi subsidi suku bunga. Perubahan kebijakan ini membuat biaya pembangunan rumah menjadi lebih mahal.
  • Perubahan kebijakan perizinan. Pemerintah pusat memperketat kebijakan perizinan pembangunan perumahan. Perubahan kebijakan ini membuat proses pembangunan rumah menjadi lebih lama.
  • Perubahan kebijakan pengembang. Beberapa pengembang perumahan memilih untuk tidak mengikuti program rumah DP 0 persen, karena dianggap tidak menguntungkan.

Perubahan kebijakan pemerintah pusat tersebut membuat biaya pembangunan rumah menjadi lebih mahal dan proses pembangunan rumah menjadi lebih lama. Hal ini membuat program rumah DP 0 persen menjadi tidak feasible.

Berikut adalah penjelasan lebih lanjut mengenai masing-masing perubahan kebijakan tersebut:

  • Perubahan kebijakan pembiayaan perumahan

Pemerintah pusat sebelumnya memberikan subsidi bunga kepada masyarakat berpenghasilan rendah untuk membeli rumah. Namun, pada tahun 2022, pemerintah pusat mengubah kebijakan tersebut menjadi subsidi suku bunga. Perubahan kebijakan ini membuat biaya pembangunan rumah menjadi lebih mahal, karena pengembang harus menanggung bunga yang lebih tinggi.

  • Perubahan kebijakan perizinan

Pemerintah pusat memperketat kebijakan perizinan pembangunan perumahan, dengan menambahkan beberapa persyaratan baru. Perubahan kebijakan ini membuat proses pembangunan rumah menjadi lebih lama, karena pengembang harus memenuhi persyaratan baru tersebut.

  • Perubahan kebijakan pengembang

Beberapa pengembang perumahan memilih untuk tidak mengikuti program rumah DP 0 persen, karena dianggap tidak menguntungkan. Hal ini karena pengembang harus menanggung biaya pembangunan rumah yang lebih besar, tanpa mendapatkan kompensasi yang memadai dari pemerintah.

Perubahan kebijakan pemerintah pusat tersebut telah berdampak negatif terhadap program rumah DP 0 persen. Program tersebut awalnya dijanjikan akan membangun 10.000 unit rumah DP 0, namun hanya 2.200 unit yang berhasil dibangun.

Faktor Pandemi COVID-19

Pandemi COVID-19 juga menghambat pembangunan rumah DP 0 persen. Pandemi COVID-19 menyebabkan terjadinya penurunan ekonomi, yang berdampak pada penurunan daya beli masyarakat. Hal ini membuat permintaan terhadap rumah DP 0 persen menjadi berkurang.

Selain itu, pandemi COVID-19 juga menyebabkan terjadinya pembatasan mobilitas masyarakat. Hal ini membuat proses pembangunan rumah menjadi lebih sulit dan memakan waktu lebih lama.

Berikut adalah penjelasan lebih lanjut mengenai dampak pandemi COVID-19 terhadap pembangunan rumah DP 0 persen:

  • Penurunan daya beli masyarakat

Pandemi COVID-19 menyebabkan terjadinya penurunan ekonomi, yang berdampak pada penurunan daya beli masyarakat. Hal ini membuat masyarakat berpenghasilan rendah menjadi lebih sulit untuk menabung untuk membeli rumah.

  • Pembatasan mobilitas masyarakat

Pandemi COVID-19 menyebabkan terjadinya pembatasan mobilitas masyarakat. Hal ini membuat proses pembangunan rumah menjadi lebih sulit dan memakan waktu lebih lama. Misalnya, pengembang harus memenuhi persyaratan baru untuk protokol kesehatan, seperti menyediakan tempat cuci tangan dan hand sanitizer.


Apa yang menyebabkan instalasi bambu getah getih dibongkar?

Getah Getih sejak awal memang dibuat hanya untuk Asian Games. Anies mengatakan bahwa Getah Getih dibuat sebagai bagian dari upaya untuk memeriahkan Asian Games 2018.

Getah Getih dirancang oleh seniman Joko Avianto. Instalasi tersebut disusun dari 1.500 bambu, 73 diantaranya menjadi penopang yang menyimbolkan 73 tahun perayaan kemerdekaan Republik Indonesia. 

Total pembuatan 13 hari. Proses pengecoran maupun scaffolding dibantu Jaya Konstruksi. Bambu-bambu yang dipakai, didapatkan dari Garut, Tasik, dan Sumedang. Bambu Garut dan Tasik memiliki kekuatan terbaik sebagai pondasi nya.

Pemprov DKI Jakarta memutuskan untuk membongkar Getah Getih pada tahun 2019 karena bambunya sudah menjadi rapuh dan berisiko runtuh. Mereka juga menyatakan bahwa instalasi tersebut tidak dimaksudkan untuk menjadi permanen dan hanya dimaksudkan untuk berdiri selama Asian Games.

Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa Getah Getih memang dibuat hanya untuk Asian Games.

Ada beberapa faktor yang menyebabkan anggaran Getah Getih mencapai Rp550 juta, antara lain:

  • Jumlah bambu yang digunakan

Getah Getih terdiri dari 1.500 bambu yang disusun membentuk sebuah menara setinggi 30 meter. Bambu-bambu tersebut harus didatangkan dari berbagai daerah di Indonesia, karena tidak ada satu daerah pun yang memiliki bambu yang cukup untuk memenuhi kebutuhan pembangunan Getah Getih.

  • Kualitas bambu yang digunakan

Bambu yang digunakan untuk membangun Getah Getih adalah bambu yang berkualitas tinggi. Bambu tersebut harus tahan terhadap cuaca dan tidak mudah rapuh.

  • Keahlian tenaga kerja

Pembangunan Getah Getih membutuhkan keahlian khusus, karena bambu adalah bahan yang cukup sulit untuk dibentuk. Tenaga kerja yang digunakan untuk membangun Getah Getih adalah tenaga kerja yang ahli dalam mengolah bambu.

  • Lokasi pembangunan

Getah Getih dibangun di Bundaran Hotel Indonesia, yang merupakan salah satu kawasan paling strategis di Jakarta. Lokasi yang strategis ini tentunya juga membutuhkan biaya yang lebih besar.

Berikut adalah rincian anggaran pembangunan Getah Getih:

  • Biaya material

Biaya material mencakup biaya pembelian bambu, besi, dan bahan-bahan lainnya yang digunakan untuk membangun Getah Getih. Biaya material ini mencapai sekitar Rp300 juta.

  • Biaya tenaga kerja

Biaya tenaga kerja mencakup biaya upah pekerja konstruksi, ahli bambu, dan desainer grafis. Biaya tenaga kerja ini mencapai sekitar Rp200 juta.

  • Biaya lain-lain

Biaya lain-lain mencakup biaya transportasi, biaya perizinan, dan biaya pengawasan. Biaya lain-lain ini mencapai sekitar Rp50 juta.

Anggaran pembangunan Getah Getih memang cukup besar. Namun, hal ini dapat dimaklumi, mengingat instalasi tersebut memiliki ukuran yang besar dan dibangun dengan menggunakan bahan-bahan yang berkualitas tinggi.


Komentar